KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Kemitraan Plasma Riau Turun Lagi untuk Periode 6-12 Mei 2026

5 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Sawit Kemitraan Plasma Riau Turun Lagi untuk Periode 6-12 Mei 2026

sawitsetara.co - PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Riau kembali menunjukkan tren penurunan pada periode pekan ini.

Untuk kelompok umur tanam 9 tahun, harga TBS tercatat sebesar Rp3.874,93/kg, atau turun Rp31,30/kg dibandingkan minggu sebelumnya. Secara persentase, penurunan ini mencapai sekitar 0,80 persen dan menjadi yang paling menonjol pada periode kali ini.

Data dari Dinas Perkebunan Riau menunjukkan, harga CPO mengalami penurunan Rp72,70/kg menjadi Rp15.238,28/kg. Sementara itu, harga kernel turun lebih dalam sebesar Rp350,37/kg menjadi Rp15.502,54/kg. Kondisi ini turut menekan harga TBS di tingkat petani.

Adapun harga cangkang ditetapkan Rp17,90/kg, dengan indeks K berada di angka 92,08 persen dan BOTL sebesar 1,41 persen. Faktor-faktor tersebut menjadi komponen utama dalam penentuan harga TBS sawit plasma setiap pekannya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Rincian Harga TBS Sawit Plasma Riau:

Umur 3 tahun: Rp2.997,92/kg

Umur 4 tahun: Rp3.388,19/kg

Umur 5 tahun: Rp3.587,71/kg

Umur 6 tahun: Rp3.742,35/kg

Umur 7 tahun: Rp3.824,13/kg

Umur 8 tahun: Rp3.869,15/kg

Umur 9 tahun: Rp3.874,93/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.855,36/kg

Sawit Setara Default Ad Banner

Umur 21 tahun: Rp3.796,43/kg

Umur 22 tahun: Rp3.740,35/kg

Umur 23 tahun: Rp3.680,01/kg

Umur 24 tahun: Rp3.614,09/kg

Umur 25 tahun: Rp3.539,72/kg

Umur 26 tahun: Rp3.494,84/kg

Umur 27 tahun: Rp3.449,99/kg

Umur 28 tahun: Rp3.406,57/kg

Umur 29 tahun: Rp3.389,73/kg

Umur 30 tahun: Rp3.375,70/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Oligopsoni dalam Pasar TBS: Kehadiran PKS Tanpa Kebun Bukan Alternatif Bagi Petani, Tapi…

Oligopsoni dalam Pasar TBS: Kehadiran PKS Tanpa Kebun Bukan Alternatif Bagi Petani, Tapi…

Fenomena ini terjadi karena kegiatan pengolahan hasil pertanian membutuhkan investasi besar, teknologi, serta skala produksi yang tinggi agar dapat beroperasi secara efisien. Dengan kapasitas yang besar, perusahaan pengolah mampu menekan biaya per unit (economies of scale), sehingga secara alami hanya pelaku usaha bermodal kuat yang mampu bertahan di sisi hilir.

4 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *